Selasa, 26 Oktober 2010

Sate Susu Kembalikan Stamina

Di bulan Ramadhan, beragam minuman dan makanan khas berbuka puasa banyak dijual di berbagai tempat, mulai pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga pasar kaget yang hanya muncul di saat bulan Ramadhan.

Di antara ratusan atau bahkan ribuan hidangan khas berbuka puasa, Anda mungkin baru pertama kali mendengar hidangan bernama sate susu. Ya, sate susu merupakan makanan khas bulan Ramadhan di Kampung Jawa, Denpasar. Setiap harinya, ribuan warga dari penjuru Denpasar dan sekitarnya datang berbondong-bondong ke Kampung Jawa untuk mencari makanan favorit mereka di bulan puasa ini.

“Setiap bulan Ramadhan selalu nyari buka di sini, favoritnya sate susu karena kalau di hari lain kan enggak ada,” ujar Sri Ekawati, warga Jalan Nangka Denpasar, yang sengaja datang jauh-jauh ke kampung Jawa untuk berburu sate susu.

Para penggemar sate susu ini percaya bahwa setelah mengkonsumsi sate yang berasal dari payudara sapi ini stamina mereka dapat kembali fit setelah seharian menjalani puasa. “Khasiatnya untuk menambah stamina seperti minum susu,” ujar Rusna, salah seorang penjual sate susu.

Warga Kampung Jawa ini telah lima tahun berjualan sate susu di bulan Ramadhan. Setiap harinya, ibu satu anak ini menghabiskan 5 kilogram payudara sapi. “Tergantung dapetnya mas, kalau Ramadhan gini kan susah karena banyak yang jual, jadi kalau dapet 5 kilo ya habis 5 kilo,” jelasnya.

Rusna yang mulai membuka lapaknya setiap pukul 14.00 WITA, selalu laris diburu pembeli. Bahkan jauh sebelum waktu berbuka, sate susu dagangannya selalu ludes tak tersisa. Rusna menjual sate susu per tusuknya Rp 1000, jadi cukup terjangkau bagi warga.

Cara membuat sate susu ini hampir sama dengan sate lainnya. Yang membedakan, bahan yang digunakan bukan berasal dari bagian daging, melainkan payudara sapi. Payudara sapi direbus hingga lunak kira-kira selama tiga jam. Setelah selesai direbus, payudara sapi dicampur dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, kunyit, jahe yang sudah dihaluskan.

Setelah dicampur, payudara sapi tersebut kemudian dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan bambu sate. Selanjutnya sate siap dibakar dan jika sudah matang, sate susu dicampur dengan sambel plecing untuk menambah kelezatannya.(kcm - surya online)

Lihat juga : sour sally


sushi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar