Di antara jajaran ice cream aneka merek, popularitas Haagen-Dazs tetap tak tergoyahkan. Tengok saja Haagen-Dazs Kafe Plaza Senayan. Kafe es krim asal New York, Amerika, itu tak pernah surut dipenuhi pencintanya.
"Akhir pekan atau hari libur mulai lepas makan siang sampai menjelang makan malam merupakan waktu teramai," imbuh Cafe Manager Haagen-Dazs Kafe Senayan Plaza Darwis.
Sebagai salah satu merek klasik, Haagen-Dazs menyediakan 20 rasa es krim dan sorbet (mangga dan jeruk), yang terbuat dari sari buah murni tanpa tambahan susu. Darwis menyebutnya sebagai es krim bebas lemak. Pelanggan yang sedang berdiet banyak memburu sorbet ini. Pada
musim hujan saat ini, konsumen juga kerap mencari es krim yang disajikan di dalam cokelat panas. Wow....
Sementara rasa es krim cokelat dan vanila benar-benar menggigit lidah. Apalagi jika memesan es krim dipadu brownies atau cookies. Saat menggigit kue yang dicolekkan ke es krim, rasa kental susu dari es krim dan legitnya kue bikin kita lupa segala masalah yang membetot pikiran.
Menurut Darwis, warga luar Jakarta kerap kali juga membawa Haagen Dazs sebagai oleh-oleh dari Jakarta. Pembeli akan memperoleh dry ice yang menjaga es krim tahan beku hingga lebih dari tiga jam.
Kafe lain yang juga pendatang baru di dunia es krim adalah The Cream & Fudge Factory asal Swiss, yang sejak tahun 2007 masuk ke Jakarta di eX Plaza Indonesia. Dalam dua tahun, buka juga di Senayan City dan Pacific Place.
Zaid, Chief Leader The Cream & Fudge Factory, menjelaskan, The Cream & Fudge Factory menyediakan 15 aneka rasa es krim. Taburannya pun seperti almond dan biskuit oreo. Pelanggan bisa memilih es krim dengan tempat berupa cone cantik di atas wadah bulat. Jika Anda sendirian, lebih baik memesan es krim di cone yang tak terlalu mengenyangkan perut sebab setelah es krim habis, Anda masih bisa menikmati cone dari wafel tipis nan manis dan teramat renyah.
Sumber : Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar