Apa yang terjadi jika potongan daging sate digabungkan menjadi satu. Jawabannya adalah sate buntel. Sebuah penganan yang hmmm..sungguh Anda akan dijamin terbuntel oleh kenikmatannya.
Pesan satu tusuk, dijamin pasti kurang. Jika penasaran, datang saja ke Depot Karmen 29 di Jalan Karangmenjangan 29. Di sana, Anda akan disuguhi menu tersebut yang penampilannya memang kurang meyakinkan, tetapi jika sudah merasakannya, Anda pasti akan datang kembali.
Sate buntel memang berbeda dari sate kebanyakan, yang hanya terdiri dari irisan dadu daging yang ditusuk dengan lidi bambu. Bagi yang belum mahfum, sate buntel yang arti harfiahnya adalah sate yang dibungkus (dibuntel) dibuat dari daging kambing cincang yang disatukan menjadi bentuk oval memanjang.
Untuk 'lem' nya, digunakanlah lemak yang disiramkan di atas daging. Campuran daging cincang dan lemak itu lantas dibakar di atas arang. Proses pembakarannya memang agak lama karena pembakaran pertama berguna untuk membakar lemak agar mencair, sehingga bisa merekatkan daging di dalamnya. Dan pembakaran selanjutnya dilakukan untuk membuat daging benar-benar matang.
Karena itu diperlukan kesabaran saat memesan menu tersebut. Niscaya, kesabaran penantian Anda akan terbayarkan oleh nikmat dan lezatnya sate buntel. Agar lebih pas lagi, sate buntel disajikan dengan bumbu merica dan kecap manis plus bumbu kacang yang disatukan
Di depot yang sudah berdiri selama lebih dari 25 tahun itu, sate buntel dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per tusuknya. Selain sate, menu lain berbahan kambing yang ada adalah tongseng dan gule. Meski ada menu lain yang menyertai, tetap saja sate buntel mejadi menu favorit di depot milik Sudarsono tersebut.
Tidak inginkah anda dibungkus kenikmatan dan kelezatan sate buntel ? (detiksurabaya)
Lihat juga : sour sally, ice cream
Tidak ada komentar:
Posting Komentar